03.Ketrampilan idealis atau , disebut juga visioning skills, kemampuan merumuskan visi dan tujuan serta cara pencapaiannya; merupakan keterpadauan antara kemampuan berkhayal (dreaming yang disengaja dan bukan sekedar dreams yang muncul spontan dikala kita tidur) yang terjadi pada diri sendiri, dengan kemampuan untuk beremosi atau berperasaan, sehingga terjadi pertemuan antara ide-ide dengan feeling secara efektif dan praktis. Masuk dalam pengertian ketrampilan idealis yaitu mampu melihat data-data yang semakin bertambah dan menggabungkannya dengan pengalaman yang telah dimiliki, lalu secara kreatif memunculkan ide-ide lain yang lebih kompleks. Proses “bongkar”- “pasang”, sebagaimana dilakukan di Jepang, Taiwan, Korea, Cina (yang gesit dalam copying barang-barang industri)...dengan menambahkan kreativitas baru...adalah contoh konkret untuk jenis ketrampilan idealis ini.
Ø Menyadari nilai-nilai pribadi seseorang secara dinamis dan realistis dan tidak berhenti dengan suatu prasangka yang bersifat stereotype atau klise;
Ø Mampu menyintesekan fakta-fakta ataupun masukan-pasukan baru;
Ø Dapat memulai ide-ide yang serba baru dari data-data yang sekilas tidak berhubungan satu sama lain...dengan kata lain dapat mengembangkan kemampuan berasosiasi;
Ø Mampu menangkap makna yang tersembunyi dari data-data baru;
Ø Dapat memimpikan dan membayangkan masa depan yang baru, yang bisa diwujud-nyatakan secara konkret;
Ø Mampu melahirkan ketrampilan-ketrampilan yang baru, seperti > mengelompokkan masukan-masukan; memanfaatkan usulan-usulan para konsultant; melakukan “brainstorming”; memanfaatkan keberadaan “think-tank” (= a group or an institution organized for intensive research and solving of problems, especially in the areas of technology, social or political strategy, or armament);
Tidak ada komentar:
Posting Komentar